Pages

SIGMA TAYANGAN

Jumat, 14 Desember 2012

TEKSTUR TANAH (Laporan Dasar-Dasar Ilmu Tanah)



 TEKSTUR TANAH
(Laporan Dasar-Dasar Ilmu Tanah)






Oleh
LUGITO
1114121122










JURUSAN AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2012






I. PENDAHULUAN







1.1         Latar Belakang

Tekstur tanah merupakan salah satu sifat tanah yang menunjukkan komposisi partikel penyusun tanah yang dinyatakan sebagai perbandingan proporsi tanah fraksi pasir, debu dan liat. Tekstur tanah sangat menentukan tingkat pertumbuhan tanaman dan penyerapan air serta mineral. Untuk mengetahui lahan pertanian terdapat kelas-kelas tekstur, sehingga pentingnya dilakukan praktikum ini.

Di dalam penetapan tekstur tanah terdapat dua metode yaitu menurut metode perasaan di lapangan atau uji kualitatif. Metode ini dimulai dengan masa tanah kering atau lembab dibasahi secukupnya kemudian dipijat diantara ibu jari dan telunjuk sehingga membentuk bola lembab. Hal yang dirasakan adalah kasar atau licin. Kemudian ditentukan tekstur berdasarkan tabel. Metode lain yang digunakan yaitu secara kuantitatif. Pada metode ini terdapat tiga tahapan yaitu analisis ukuran partikel, yaitu menghilangkan bahan-bahan pengikat tanah.

Tekstur tanah berpengaruh terhadap ketersediaan air yang ada di dalam tanah, semakin besar maka akan semakin porus. Semakin akar akan mudah melakukan penetrasi. Untuk mengetahui peranan tekstur tanah bagi ketersediaan air, untuk hara dan pertumbuhan tanaman, maka pentingnya dilakukan pengamatan tekstur tanah ini. Sehingga jika kita bisa memahami dan mengetahui berbagai macam tekstur tanah itu sendiri, sehingga akan menjadi optimal (Praharyanto, 2012).


1.2     Tujuan Praktikum

Adapun tujuan dari praktikum ini adalah:

1.             Mengenal dan memahami tekstur tanah.
2.             Menetapkan atau menentukan tekstur tanah.
3.             Mengetahui tekstur tanah berhubungan dengan pertumbuhan tanaman.



II. TINJAUAN PUSTAKA




Fungsi utama tanah sebagai media tumbuh adalah sebagai tempat akar mencari ruang untuk berpenetrasi baik secara lateral atau horizontal dan vertikal. Hal ini tergantung pada ruang pori-pori yang terbentuk diantara partikel-partikel tanah. Tesktur tanah menunjukkan komposisi partikel penyusun tanah yang dinyatakan sebagai perbandingan proporsi relatif antara fraksi pasir (diameter 0,20 - 2,00 mm), debu (0,002 – 0,20 mm) dan liat (diameter < 2,00 mm). Di dalam pengklasifikasian tekstur tanah terdapat sistem USDA dan sistem internasional (Hanafiah, 2007).

Tekstur tana mempunyai hubungan yang dekat dengan kemampuan tanah mengikat lengas, udara tanah dan hara tanah. Tekstur tanah juga mempengaruhi ruang pergerakan tanaman konsistensi dan keterolahan tanah. Selain tu, juga berpengaruh pada tingkat kesuburan tanah, yaitu pada:

a.    Tanaman Pasiran  : laju peresapan air baik, kapasitas menahan air tinggi,
aerasi kurang baik, kapasitas adsorbsi rendah baik dalam
akar dan mudah diolah.
b. Tanah Lempungan: drainase buruk, kapasitas mengikat air tinggi, kandungan
hara tinggi, penyerapan air tinggi, kurang baik untuk sistem perakaran dan sistem olahan.
c.  Tanah Debuan      : mempunyai sifat antara lempung dan pasir
(Rasliman, 2009).


Sasaran pokok cara kerja dalam penetapan tekstur tanah adalah dengan penentuan agihan ukuran dan jarak penyusun fase padat tanah, yaitu dengan menguji suatu media utuh tanah diantara muka ibu jari dan telunjuk, serta memperhatikan rasa tanah dan sifat yang murni (Purwowidodo, 2006).

Faktor-faktor fisik tanah yang dipengaruhi oleh tekstur tanah adalah konsistensi, kadar air, organisme, perakaran, dan pengolahan (Indra, 2007). 
 

III. HASIL DAN PEMBAHASAN






3.1     Hasil


Adapun hasil yan diperoleh dari percobaan ini adalah:

1.      Hasil Penetapan Tekstur Tanah di Lapang (Kualitatif)

Jenis Tanah
Rasa dan Sifat Tanah
Tekstur Tanah
1. Tanah GM
Rasa agak kasar, membentuk bola agak teguh (kering), membentuk gulungan jika dipijat, gulungan mudah hancur serta melekatnya sedang.
Lempung berliat
2. Tanah GGPC
Rasa kasar agak jelas, membentuk bola agak teguh (kering) membentuk gulungan jika dipijat dulungan mudah hancur serta melekat.
Lempung liat berpasir



2.      Hasil Penetapan Tekstur Tanah di Laboratorium (Kuantitatif)


Jenis Tanah
Persentase (%)

Tekstur
Pasir
Debu
Liat
1. Tanah GM
31%
34%
35%
Lempung berliat
2. Tanah GGPC
43%
23%
34%
Lempung liat berpasir


3.2       Pembahasan

Dari hasil percobaan yang telah dilakukan yaitu tentang tekstur tanah, didapatkan data-data pada dua jenis tanah yang berbeda. Akan tetapi, pada kedua metode yang diterapkan tersebut tentu masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Pada metode kualitatif kelebihan yang didapatkan adalah kita dapat langsung mempraktikan di tempat dan jenis apapun sehingga dapat diperkirakan jenis tanahnya, selain itu metode ini cenderung lebih mudah digunakan karena hanya dengan cara perasaan. Adapun kelemahan atau kekurangan dari metode kualitatif adalah pada taham penyimpulan tekstur tanah cenderung tidak selalu tepat, karena tidak adanya angka atau perhitungan yang empiris dari penentuan jenis tekstur tanah itu sendiri.

Sedangkan pada metode yang kedua adalah menggunakan metode kuantitatif. Pada metode itu terdapat kelebihan berupa, data-data yang didapatkan diperoleh dari proses yang empiris yaitu laboratorium selain itu juga kelebihan yang didapatkan pada metode ini adalah penentuan jenis tekstur tanah cenderung lebih valid atau optimal. Sedangkan kelemahan yang ada pada metode kuantitatif ini adalah tidak semua orang mengerti dan mengetahui bagaimana teknik penentuan tekstur tanah di laboratorium, karena peralatan serta bahan kimia tidak semua orang mempunyainya.
Selain itu kelemahan yang didapat adalah waktu penentuan tekstur tanah yang cenderung lebih lama. Karena membutuhkan proses analisa dan perhitungan terlebih dahulu.

Berdasarkan kedua metode yang dipraktikan, baik kualitatif dan kuantitatif, data-data yang bersifat valid atau baik adalah berasal dari metode kuantitatif, karena data tersebut (penentuan tekstur) diperoleh dari proses empiris yaitu perhitungan, analisis dalam laboratorium. Sedangkan pada metode kualitatif hanya menggunakan teknik perasaan, sehingga cenderung sama sekali tidak tepat dalam penentuan tekstur tanah itu sendiri ditambahkan lagi kita harus mengetahui karakteristik berupa rata dan sifat tanah itu sendiri sehingga tidak efektif jika analisis data dari teknik kualitatif.

Yaitu pada jenih tanah GM (Gedong Meneng) dan tanah GGPC. Pada percobaan ini terbagi atas dua tahap penentuan tekstur tanah yaitu metode kuantitatif dan kualitatif. Pada metode kualitatif didapatkan data yaitu pada tanah GM mempunyai ciri khas pada rasa dan sifat tanahnya yaitu rasa agak kasar, membentuk bola, agak teguh (kering) membentuk gulungan jika dipijat, gulungan mudah hancur serta melekatnya sedang, sehingga dapat dikategorikan jenis tanah GM ini adalah tanah lempung berliat.

Sedangkan pada jenis tanah GGPC, mempunyai rasa dan sifat tanah yaitu rasa kasar agak jelas, membentuk bola, agak teguh (kering), membentuk gulungan jika dpijat, gulungan mudah hancur serta melekat. Sehingga tahan GGPC ini dapat dikategorikan sebagai jenis tanah lempung liat berpasir. Penentuan tekstur tanah berdasarkan metode kualitatif ini dilakukan di lapang, artinya langsung mencari bongkahan tanah dan memberikan perlakuan dengan air lalu dipijat dan dirasakan dan dapat ditentukan kategori tekstur tanah itu sendiri.

Pada metode yang kedua yaitu penentuan tekstur tanah secara kuantitatif pada jenis tanah GM didapatkan data tekstur tanah dengan perbandingan yaitu pasir 31%,
debu 34% dan liat 35%, sehingga jika kita coba analisa pada segitiga tekstur tanah didapatkan kategori tekstur tanah GM ini adalah lempung berliat. Sedangkan pada tanah GGPC, didapatkan nilai perbandingan tekstur tanah yaitu 43% pasir, 23% debu, dan 34% liat. Jika kita analisis pada segitiga tekstur tanah jenis tanah GGPC ini termasuk ke dalam kategori lempung liat berpasir. Berdasarkan dua metode kualitatif dan kuantitatif, didapat data yang cenderung sama. Jadi kita dapat membandingkan pada masing-masing metode yang diterapkan bernilai sama, yaitu tanah GM bertekstur lempung berliat dan tanah GGPC betekstur lempung liat berpasir.

Di sisi lain, tekstur tanah mempunyai pengaruh yang cukup besar pada usaha pertanian. Adapun pengaruh positif yang dihasilkan adalah jika petani memahami dan mengetahui tekstur tanah yang baik, maka petani akan dapat dengan mudah memilih jenis komoditas yang akan ditanam dengan strategi tekstur tanah yang telah ditentukan sehingga hasil usaha pertanian akan optimal.
                                                                                



IV. KESIMPULAN



Dari hasil percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa:

1.      Percobaan penentuan tekstur tanah dilakukan dengan dua metode, yaitu kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan dua sampel tanah, GM dan GGPC.
2.      Tekstur tanah GM berupa lempung berliat dan tanah GGPC berupa lempung liat berpasir.
3.      Tekstur tanah dapat mempengaruhi hasil usaha pertanian karena berhubungan erat dengan proses adsorbs, aerasi dan drainase tanah ke tanaman.



DAFTAR PUSTAKA


Hanafiah, Kemas Ali. 2007. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. PT Baja Grafindo Persada.
Jakarta.


Praharyanto. 2012. Tekstur Tanah. www.praharyanto-
zone.blogspot.com/2012/Tekstur_Tanah/xhiaoau89 diakses pada tanggal24 November 2012 pukul 21.22 WIB


Purwowidodo. 2006. Ganesa Tanah. Institute Petanian Bogor Press. Bogor.


Sutanto, Rachman. 2009. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Konsep dan Kenyataan.
Kanisius. Yogyakarta.


Syahwal, Indra. 2007. Ilmu Tanah. Erlangga. Jakarta.
 
PERHITUNGAN


A. Tanah GM
T1 = 29°C                   H1 =  13                      %KA = 9,5%
T2 = 29°C                   H2 = 5                         B = 0

BKT = BB/1+KA = 25/1+0,095                     FK = 0,36 (T1 – 20)
                              = 25/1,095                                = 0,36 (29 – 20)
                              = 23                                          = 3

% debu + % liat = (H1 – B) + BL/BKT x 100% = (13 – 0) +3/23 x 100% = 69%

% liat = (H2 – B) + FK/BKT x 100% = (5 – 0) + 3/23 x 100% = 35%

% debu = (% debu + % liat) - % liat = 69% - 35% = 34%

% pasir = 100% - (% debu + % liat) = 100% - 69% = 31%

B. Tanah GGPC

T1 = 25°C                   H1 =  10                      %KA = 19%
T2 = 26°C                   H2 = 5                         B = 0

BKT = BB/1+KA = 25/1+0,19                       FK1 = 0,36 (T1 – 20)
                              = 25/1,19                                   = 0,36 (25 – 20)
                              = 21                                           = 2

                                                                        FK2 = 0,36 (T2 – 20)
                                                                                = 0,36 (26 – 20)
                                                                                = 2,2

% debu + % liat = (H1 – B) + FK1/BKT x 100% = (10 – 0) +2/21 x 100% = 57%

% liat = (H2 – B) + FK2/BKT x 100% = (5 – 0) + 2,2/21 x 100% = 34%

% debu = (% debu + % liat) - % liat = 57% - 34% = 23%

% pasir = 100% - (% debu + % liat) = 100% - 57% = 43%


PERTANYAAN

1.      Apakah fungsi dari larutan calgon yang digunakan pada penentuan tekstur dengan metode hydrometer?
2.      Jika suatu contoh tanah memiliki persentase pasir 40%, liat 23% dan debu 37% apakah tekstur dari tanah tersebut?

JAWABAN

1.        Untuk memisahkan partikel-partikel berupa pasir, debu dan liat.
2.        Lempung

0 komentar:

Poskan Komentar