Sabtu, 22 Desember 2012

PENGUKURAN INTENSITAS PENYAKIT (Laporan Praktikum Ilmu Penyakit Tumbuhan Umum)





PENGUKURAN INTENSITAS PENYAKIT
(Laporan Praktikum Ilmu Penyakit Tumbuhan Umum)


Oleh
LUGITO
1114121122













JURUSAN AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2012





I.                   PENDAHULUAN


A. Latar Belakang

Kehidupan manusia sangat bergantung pada tumbuhan, begitu pula pada makhluk lain yang tidak berhijau daun. Sedangkan tumbuhan dalam kehidupannya sering dihadapkan pada berbagai gangguan, salah-satunya adalah serangan dari penyakit tumbuhan yang akan sangat berpengaruhi pada besarnya hasil produksi. Adanya penyakit tumbuhan sudah diketahui lama sebelum masehi, bahkan dilaporkan bahwa penyakit telah ada sebelum manusia membudidayakan tanaman (Pracaya.1999).

Pendugan intesitas penyakit tanaman merupakan cara yang umum untuk menentukan besar penyakit pada suatu populasi. Sedangkan keterjadian penyakit pada tanaman merupakan banyaknya sampel unit yang terserang dalam persentase/proporsi dari jumlah sempling unit atau jumlah keseluruhan terjadinya penyakit disebabkan apabila penyakit ini bersifat sistemik serta serangan patogen cepat atau lambat yang akan menyebabkan kematian. Keparahan penyakit tumbuhan adalah daerah sub sempling unit yang terinfeksi penyakit ditulis dalam bentuk persen atau proporsi total daerah sempling  (Leonard J. F.  2001).

B. Tujuan Praktikum

Adapun tujuan dalam kegiatan praktikum ini adalah :
1. Memepelajari cara menghitung intensitas penyakit.
2. Mengetahui perbedaan antara keterjadian dan keparahan penyakit.
3. Menghitung besar keterjadian dan keparahan penyakit pada daun yang di amati.



II.        METODELOGI PERCOBAAN



A.        Alat dan Bahan

Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini antara lain alat tulis, alat hitung (kalkulator), dan plastikk.  Sedangkan bahan yang digunakan adalah 50 lembar daun alpukat dan singkong yang diambil secara acak.


B.        Langkah Kerja


Langkah kerja yang dilakukan dalam praktikum kali ini adalah:

1.      Mengambil secara acak 50 lembar daun alpukat
2.      Menyeleksi daun-daun alpukat itu dengan kritria daun sehat/normal dan daun terinfeksi peyakit
3.      Menetapkan tingkat keparahan daun yang terinfeksi penyakit dalam beberapa tingkat (tingkat 1,2,3, dan 4)
4.      Menghitung Keterjadian Penyakit (KP) berdasarkan persentase jumlah daun yang terinfeksi
5.      Menentukan nilai Keparahan Penyakit (KeP) berdasarkan tingkat keparahan masing-masing sampel daun.




III.       HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN



A. Hasil Pengamatan

Adapun hasil pengamatan yang diperoleh dari percobaan ini yaitu :


Tabel 1. Keterjadian Penyakit Bercak Daun Alpukat

NO.
Keadaan Daun
Jumlah
KjP (%)
1.
Daun yang terinfeksi
17
 85%
2.
Daun yang tidak terinfeksi
3
3.
Total daun yang diamati
20


Tabel 2. Keterjadian Penyakit Bercak Daun Singkong

NO.
Keadaan Daun
Jumlah
KjP (%)
1.
Daun yang terinfeksi
15
75%
2.
Daun yang tidak terinfeksi
5
3.
Total daun yang diamati
20


Tabel 3. Keparahan Penyakit Daun Alpukat 1

Skor
Ʃn
n x V
Z x N
KeP (%)
0
0
0
50
48%
1
5
5
2
2
4
3
1
3
4
3
12
5
0
0


Tabel 4. Keparahan Penyakit Daun Singkong 2

Skor
Ʃn
n x V
Z x N
KeP (%)
0
2
0
50
32%
1
6
6
2
5
10
3
0
0
4
0
0
5
0
0


Tabel 3. Keparahan Penyakit Daun Alpukat 2

Skor
Ʃn
n x V
Z x N
KeP (%)
0
0
0
50
38%
1
4
4
2
3
6
3
3
9
4
0
0
5
0
0


Tabel 4. Keparahan Penyakit Daun Singkong 1

Skor
Ʃn
n x V
Z x N
KeP (%)
0
2
0
50
46%
1
2
2
2
3
6
3
0
0
4
0
0
5
3
15


B. Pembahasan


Keterjadian Penyakit (Disease incident)  merupakan jumlah tumbuhan atau bagian tumbuhan sakit (jumlah tanaman, daun, batang, dan buah yang sakit) membandingkannya dengan jumlah total tumbuhan atau bagian tumbuhan.
Keparahan Penyakit (Disease Severity)  didefinisikan sebagai persentase luas bagian tanaman yang sakit dibandingkan dengan keseluruhan bagian yang luas bagian tanamannya yang diamati. Luasan bagian tanaman yang terserang penyakit diskor terlebih dahulu, baru setelah itu di masukkan kedalam rumus.
Kejadian penyakit dihitung dengan membagi jumlah tanaman yang sakit (n) dengan jumlah tanaman yang diamati (N) dikali dengan seratus persen.

Sedangkan keparahan penyakit dapat kita hitung dengan jumlah tanaman yang sakit dikali skor dari masing-masing tanaman tersebut dibagi jumlah seluruh tanaman yang diamati dikali skor tertinggi dari penyakit tersebut, hasilnya dikali seratus persen.

Kejadian penyakit dapat dilihat dari kerusakan parsial berdasar individu tanaman ataupun kerusakan parsial dari bagian tanaman dan kerusakan total dari tanaman tersebut.
Kerusakan parsial berdasar individu adalah kerusakan yang tidak memandang pada salah satu bagian dari tanaman, seperti jika pada tanaman tersebut ada gejala akibat suatu penyakit, maka tanaman tersebut langsung dianggap terinfeksi. Tidak melihat dari besar atau kecilnya gejala atau kerusakan yang terdapat pada tanaman tersebut. Sedangkan kerusakan parsial berdasarkan bagian tanaman adalah kerusakan yang lebih spesifik daripada kerusakan pada bagian tanaman. Karena tanaman yang sakit dilihat berapa besarnya gejala yang terlihat pada tanaman tersebut, seperti kerusakan atau tanda akibat bercak pada daun, karat pada batang, dan lainnya. Sedangkan kerusakan total adalah kerusakan dari seluruh tanamannya, seperti layu ataupun mati.
Keparahan penyakit dapat diamati dengan cara membagi kisaran dari tak ada gejala penyakit sampai penuh gejala penyakit ke dalam kelas-kelas atau kategori-kategori. Jaringan diamati dengan cara mencocokan termasuk kategori atau kelas yang mana bagian tanaman tersebut. Proses pencocokan tersebut harus dilakukan secara hati-hati. Jika jumlah kelas terlalu sedikit, maka kunci tersebut tidak memiliki kemampuan diskriminatif; sebaliknya kalau jumlah kelas terlalu besar maka diperlukan banyak waktu untuk menentukan suatu jaringan masuk kelas yang mana. Oleh karena itu biasanya jumlah kelas tidak lebih dari 10.
Pada kegiatan praktikum yang di lakukan, di hitung nilai keterjadian penyakit dan tingkat keparahan penyakit pada daun singkong dan daun alpukat. Pada perhitungan daun alpukat 1, tingkat keparahan penyakit adalah bernilai 48%, sedangkan pada daun alpukat 2, tingkat keparahan penyakit bernilai 38%. Pada perlakuan atau perhitungan yang ke dua adalah daun singkong. Pada perhitungan daun singkong 1, tingkat keparahan penyakit adalah sebesar 46%, sedangkan keparahan penyakit pada daun singkong 2 adalah 32%.

Dalam penentuan keparahan penyakit ada beberapa istilah yang perlu difahami, yaitu skala penyakit, standar diagram, dan kunci lapang.


a.Skala penyakit merupakan diskripsi kelas-kelas yang akan dibedakan secara verbal dan numerik. Skala penyakit mencakup semua kisaran dari 0 sampai 100% gejala penyakit. Setiap kelas dicirikan oleh suatu tingkat penyakit tertentu, yang memilki suatu nilai nemerik.

b.Diagram standar merupakan suatu diskripsi diagramatis kelas-kelas dalam skala penyakit. Jika standar diagram menunjukkan persentase daun, buah, atau daerah umbi terinfeksi, maka disebut diagram area standar,. Apa yang harus dilakukan oleh seorang pengamat adalah menyatukan bercak-bercak yang ada dan memperkirakan berapa luas bercak tersebut secara kesatuan. Kunci lapang ditujukan untuk menduga besarnya penyakit pada pertanaman.

c. Kunci lapang merupakan diskripsi kelas-kelas keparahan penyakit secara verbal dan numerik.

Dalam pendugaan keterjadian penyakit lebih umum dalam mendeteksi penyakit pada tanaman. Pendugaan ini mengacu  kepada sehat atau sakitnya suatu tanaman tanpa memperdulikan tingkat keparahan penyakit pada tanaman tersebut. Sedangkan dinyatakan sebagai keparahan penyakit karena penyakit-penyakit memiliki gejala dan akibatnya bervariasi. Pada pendugaan keparahan penyakit lebih fokus kepada skor atau tingkat keparahan penyakit pada suatu tanaman. Tanaman yang sakit dipilah-pilah dan dipisahkan berdasarkan tingkat keparahan atau skor yang telah disepakati sebelumnya.Pada proses ini pendugaan keparahan penyakit hanya melanjutkan/ lebih mengkhususkan tingkat keparahan penyakit yang telah diduga sakit sebelumnya.



IV.      KESIMPULAN


Adapun kesimpulan dari praktikum ini adalah sebagai berikut :

1.      Dua cara yang umum dalam menentukan intensitas penyakit adalah keterjadian penyakit dan keparahan penyakit.
2.      Keterjadian penyakit (KP) merupakan persentase jumlah tanaman yang terserang dibandingkan dengan total jumlah tanaman yang diamati.
3.      Persentase KP yang didapat sebesar 41% pada daun alpukat dan 36% pada daun singkong.
4.      Keparahan Penyakit (KeP) didefinisikan sebagai persentase luasan jaringan tanaman yang terserang (sakit) dibandingkan dengan keseluruhan luasan bagian tanaman yang diamati.
5.      Persentase KeP yang didapatkan sebesar 48% pada daun alpukat 1 dan 46% pada daun singkong 1.
6.      Persentase KeP yang didapatkan sebesar 38% pada daun alpukat 2 dan 32% pada daun singkong 2.


DAFTAR PUSTAKA

.
Anonim  2011. Keterjadian Penyaki t dan Keparaha Penyakit. http:\\id\wikipedia.org\wiki\Keterjadian-
Penyakit.

Leonard J. F.  2001.  Exercises in Plant Disease Epidemiology. APS Press St. Paul Minnesota.

                                 
Pracaya.1999. Hama dan Penyakit Tanaman. Jakarta : PT. Penebar Swadaya.

Semangun, Haryono. 1993. Penyakit – Penyakit Tanaman Pangan di Indonesia. Yogyakarta ; Gajah Mada University Press.



0 komentar:

Poskan Komentar