”PERANAN PORIFERA BAGI MANUSIA”

Sabtu, 24 November 2012


”PERANAN PORIFERA BAGI MANUSIA”

Oleh
LUGITO


BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
Pantai pasir putih adalah salah satu tempat yang ada di Lampung. Tempat ini sering dikunjungi banyak orang. Ada yang sedang bertamasya atau tour belajar. Disana terdapat berbagai jenis binatang dan tumbuhan. Salah satu contoh binatang adalah Porifera. Porifera dalam bahas latin, porus artinya pori, sedangkan Fere artinya membawa. Jadi Porifera dalah hewan multiseluler atau metazoa yang paling sederhana. Karena hewan ini memiliki ciri yaitu tubuhnya berpori seperti busa atau spons sehingga porifera disebut juga sebagai hewan spons. Porifera selalu melekat pada substrat (sesil) dan tidak dapat berpindah tempat secara bebas.
Ciri tubuh Porifera meliputi ukuran, bentuk, struktur dan fungsi tubuh. Ukuran dan bentuk, ukuran porifera sangat beragam. Beberapa jenis Porifera ada yang berukuran sebesar butiran beras, sedangkan jenis yang lainnya bisa memiliki tinggi dan diameter hingga 2 meter. Tubuh Porifera pada umumnya asimetris atau tidak beraturan meskipun ada yang simetris radial. Bentuknya ada yang seperti tabung, vas bunga, mangkuk atau bercabang seperti tumbuhan. Tubuhnya memiliki lubang-lubang kecil atau pori (Ostium). Warna tubuh bervareasi, ada yang berwarna pucat dan ada yang berwarna cerah seperti merah, jingga, kuning dan ungu.

Tubuh Porifera belum membentuk jaringan dan organ sehingga Porifera dikelompokkan dalam Protozoa. Permukaan luar tubunya tersusun dari sel berbentuk pipih dan berdinding tebal yang disebut pinakosit. Pinakosit berfungsi sebagai pelindung. Diantara pinakosit terdapat pori-pori yang membentuk saluran air yang bermuara di spongosol atau rongga tubuh. Spongosol dilapisi oleh sel ”berleher” yang memilki flagelum yang disebut koanoit.
Flagelum yang bergerak pada koanosit berfungsi untuk membentuk aliran satu arah sehingga air yang mengandung makanan dan oksigen masuk melalui pori ke spongosol. Cara hidup dan habitat Porifera, hidup secara heterotrof, makanannya adalah bakteri dan plankton. Habitat Porifera umumnya dilaut, mulai dari tepi pantai hingga kedalaman 5 km. Sekitar 150 jenis Porifera hidup di air tawar, misalnya heliciona dari kelas demospongia. Porifera melakukan reproduksi secara aseksual maupun seksual.
Dari latar belakang diatas penulis mengambil judul yaitu ”PERANAN PORIFERA BAGI MANUSIA”



1.2       Rumusan Masalah
Adapun Rumusan Masalah dalam karya tulis ini yaitu sebagai berikut:
1.2.1.   Bagaimanakah ciri-ciri Porifera?
1.2.2.   Sebutkan klasifikasi Porifera?
1.2.3.   Apakah peranan Porifera bagi kehidupan manusia?

1.3       Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian dalam karya tulis ini yaitu sebagai berikut:
1.3.1.   Untuk mengetahui ciri-ciri Porifera.
1.3.2.   Untuk mengetahui klasifikasi Porifera.
1.3.3.   Untuk mengetahui manfaat Porifera bagi kehidupan manusia.

1.4       Metode Pengumpulan Data
Adapun metode yang di gunakan dalam pengumpulan data yaitu  sebagai berikut:
1.4.2    Metode Observasi
Metode observasi adalah metode pengumpulan data melalui peninjauan langsung dilapangan ke objek penelitian. Yang dilakukan pada tanggal 5 April 2010.
1.4.2    Metode studi Pustaka
Metode kepustakaan adalah metode pengumpulan data dengan cara keperpustakaan dengan membaca dan mencari sumber tertulis seperti buku yang berkaitan dengan karya tulis ini. Yang dilakukan pada tanggal 5 April 2010.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1       Pengertian Porifera
            Porifera merupakan golongan binatang mulitsel primitif yang pada dasarnya diploblastik. Jaringan belum sempurna terdiri dari epidermis dan sel-sel berleher (Koanosit) diantara keduanya terdapat masenkim yang berisi sel amoebord dan rangka (Spikula) atau spons.
            (Istamar Syamsuri dkk.2004:94)

2.2       Pencernaan Porifera
                        Hewan ini mempunyai sel dengan bentuk khusus yang disebut koanosit yang berfungsi untuk mencerna makanan karena berlangsung didalam sel. Maka disebut pencernaan intrasel, air dan makanan yang larut didalamnya diambil oleh hewan tersebut masuk melalui lubang ostrum kemudian masuk kerongga tubuh. Setelah makanan diserap air yang berlebihan dikeluarkan melalui lubang yang disebut oskulum.
                        (www.wordpress.com)

 2.3              Reproduksi Porifera
Porifera melakukan reproduksi secara aseksual maupun seksual. Reproduksi aseksual terjadi dengan pembentukkan tunas dan gemule. Gemule hanya dihasilkan menjelang musim dingin pada Porifera yang hidup di air tawar. Reproduksi seksual dilakukan dengan pembentukkan gamet (antara ovum dan sperma). Ovum dan sperma dihasilkan oleh koanosit. Sebagian besar Porifera menghasilkan ovum dan sperma pada individu yang sama dan bersifat hermafrodit.

2.4       Struktur Porifera
Ukuran tubuh Porifera pada umunya asimetris, bentuknya ada yang seperti tabung, vas bunga, mangkuk dan bercabang seperti tumbuhan. Warna  tubuhnya bervareasi ada yang berwarna pucat, dan berwarna cerah.

2.5        Habitat Porifera
Porifera hidup secara heterotrof, makananya adalah bakteri dan plankton. Habitat Porifera umunya dilaut, dari tepi pantai hingga kedalaman 5 km. Karena Porifera yang bercirikan tidak dapat berpindah tempat, kadang dianggap sebagai tumbuhan.
(Sukarno dkk.2000:170)


BAB III
PEMBAHASAAN

3.1       Ciri-ciri Prifera
            Porifera merupakan kelompok binatang diploblastik. Kata porifera berasal dari bahasa latin, Porus artinya pori dan Fere artinya spons. Adapun ciri-ciri dari Porifera itu sendiri yaitu sebagai berikut:
1.      Tubuhnya berpori dan bentuknya asimetris radial.
2.      Habitatnya di air tawar dan dilaut.
3.      Berproduksi secara seksual dan aseksual.
4.      Memiliki pinakosit sebagai pelindung tubuh.
5.      Porifera hidup secara heterotrof.
6.      Memiliki koanosit yang berfungsi untuk membentuk arah aliran makanan.

3.2              Klasifikasi Porifera
Berdasarkan struktur tubuhnya, filum Porifera dikelompokkan menjadi tiga kelas yaitu: Hexactinellida, Demospongiae dan Calcarea.
A.     Kelas Hexactinellida (Hyalospongiae)
Ciri-cirinya antara lain:
1.      Spikulanya berjumlah enam
2.      Tubuhnya berwarna pucat dan bentuknya seperti vas.
3.      Hidup dilaut pada kedalaman 200-1000 meter.
Contoh Hexactinellida: Euplectella.
B.     Kelas Demospongiae
Ciri-ciri Demospongiae antara lain:
1.      Tersusun dari serabut spongin
2.      Tubuhnya berwarna cerah karena mengandung pigmen yang terdapat pada amoebosit.
3.      Tinggi dan diameternya mencapai lebih dari 2 meter.
4.      Bentuk tubuhnya tidak beraturan dan bercabang.
5.      Hidup dilaut dan di air tawar.
Contoh Demospongiae yaitu: Spongia, Hipospongia, Nipathes digitalis.

C.     Kelas Calcarea (calcisspongia)
Ciri-ciri Calcarea antara lain:
1.      Rangka tersusun atas Kalsium Karbonat.
2.      Tubuhnya berwarna pucat dengan bentuk vas bunga atau silinder.
3.      Tingginya kurang dari 10 cm.
4.      Hidup dilaut.
Contoh Calcarea yaitu: Leucosolenia, Grantia, Scypha
                                             
3.3              Manfaat Porifera Bagi Kehidupan Manusia
Filum Porifera tidak jauh beda dengan filum invertebrata yang lain. Porifera memilki peranan yang menguntungkan bagi kehidupan manusia. Peranan Porifera bagi kehidupan manusia sebagai spons mandi dan alat gosok, zat kimia yang dikeluarkannya memiliki potensi obat penyakit kanker.



BAB IV
PENUTUP

4.1       Kesimpulan
            Dari data-data diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa:
4.1.1        Porifera adalah hewan berpori, memiliki sistem pencernaan dan sisitem reproduksi.
4.1.2        Klasifikasi filum Porifera berdasarkan struktur tubuhnya, dibagi menjadi tiga kelas yaitu kelas Hexactinellida. Contoh: Euplectella. Kelas Demospongia. Contoh: Spongia. Kelas Calcarea. Contoh: Leucosolenia.
4.1.3        Peranan Porifera bagi kehidupan manusia sebagai spons mandi, alat gosok dan memilki potensi obat penyakit kanker.          

4.2              Saran
4.2.1        Masyarakat diharapkan agar memanfaatkan Porifera dengan
Baik dan benar.
4.2.2    Masyarakat diharapkan dapat memanfatkan Porifera sebagai spons mandi dan alat gosok.                    

DAFTAR PUSTAKA


Syamsuri, istamar dkk.2004.Sains Biologi.Jakarta:Erlangga.

Sukarno dkk.2000.Biologi I.Klaten:Intan Pariwara.

Tim Penyusun Biologi.2003.Biologi IA.Klaten:Intan Pariwara.









                                                                               

0 komentar:

Poskan Komentar